Puisi Wanita Pujaan
Kali ini saya menulis puisi yang khusus dipersembahkan kepada semua wanita. Pengharapan cinta dari seseorang itu butuh tenaga dalam menjalankan, walaupun dalam hati sangat mengharapkan sebuah pengakuan dari sang wanita. Tapi sebuah ungkapan itu akan saya tulis di puisi ini. Puisi ini saya beri judul Wanita Pujaan. Selamat membaca.
Kamu begitu cantik
Membuatku jatuh hati
Tak berdaya akan tatapan matamu
Kamu telah menjinakkan diriku
Senyumanmu bagaikan ferrari
Begitu mempesona dan menggetarkan hati
Harum tubuhmu begitu wangi
Sampai aku lupa diri
Ku mencoba bernyanyi di depanmu
Tapi dirimu mengacuhkan diriku
Hancur hati tapi tak mengapa
Aku kan berjuang sepenuh tenaga
Pagi ini begitu cerah
Aku siap untuk melangkah
Menuju arah wanita pujaan
Berharap penuh jawaban balasan
Bunga ku genggam sepenuh jiwa
Tapi kenapa ada keraguan
Tiba-tiba ku terjatuh
Tepat berada di depan dirimu
Aku malu, aku berlari pergi
Aku menangis layaknya bayi
Hati bergetar takut kembali
Dan berharap ini adalah mimpi
Aku berangan wanita pujaan
Berdiri berdua di pelaminan
Tersenyum kecut ku akui
Tertawa lepas tak peduli
Wahai kau wanita pujaan, sadarlah
Akui diriku, sepenuhnya
Di sini ku diam tak berdaya
Bertanya, tapi kepada siapa?
Sulit, memang ku alami
Kau bagaikan bayang yang menghantui
Dan kini aku hanya bisa berharap
Mimpi ini adalah kenyataan yang tertunda
