13 Cara Aman Berkendara Agar Tidak Kecelakaan Di Jalan
Inilah 13 cara aman berkendara supaya tidak kecelakaan di jalan - Kita dituntut untuk selalu waspada di setiap arah supaya selalu aman dalam berkendara. Sedikit kurang fokus kejadian buruk dapat menimpa diri kita, kapan dan dimana saja.
Maka itu saya sengaja membuat artikel ini agar kita selalu waspada dan merasa aman saat berkendara, entah menggunakan motor, mobil, sepeda listrik, truk, dan kendaraan bermotor lainnya. Tapi perlu diingat bahwa walau kita sudah waspada dalam berkendara, kematian atau musibah lain yang akan menimpa di jalan tidak lepas dari takdir atau kuasa Tuhan walau kita walau hati-hati.
Tanpa banyak kata lagi, silahkan dibaca.
1. Harus ahli
Keahlian berkendara sangat dibutuhkan untuk membuat kita aman. Terkadang kita memaksakan diri untuk berkendara dengan keahlian yang belum cukup. Sehingga hal buruk dapat menimpa kita saat berkendara. Dengan kata lain, keahlian berkendara adalah hal yang wajib kita kuasai.
2. Membaca doa sebelum berkendara
Berdoa adalah cara religius yang bisa dikatakan efektif dalam melakukan semua aktivitas. Berdoa dilakukan untuk meminta bantuan, kelancaran, keberhasilan, dan keselamatan dari Tuhan. Maka itu, jangan lupa dan menganggap remeh sebuah doa.
3. Bawa surat-surat berkendara
Surat yang wajib dibawa minimal adalah SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Sehingga ketika ada inspeksi mendadak polisi di jalan, kita bisa lolos atau aman dari hukuman. Tapi, surat-surat berkendara yang dibawa adalah yang masih aktif, bukan yang sudah mati tanggal kadaluwarsa atau pajaknya.
4. Cek kesehatan kendaraan
Jangan hanya lihat kendaraan dari tampilan luarnya saja. Cobalah lihat bagian dalam dan bawah kendaraan, serta jangan lupa untuk mengecek kesehatan kendaraan. Kalau merasa kendaraan kita sakit, silahkan untuk diperiksa di bengkel atau menggunakan keterampilan sendiri dalam memperbaiki kendaraan (jangan sok tau).
5. Jangan berkendara di saat mengantuk, mabuk, lapar, dan sakit
Keempat hal tersebut dapat menghilangkan fokus saat berkendara, yang nantinya dapat membahayakan pengemudi di saat berkendara dan orang lain yang berada di dekatnya. Lebih baik kalian istirahat dulu, sampai kesadaran dan stamina kalian sudah stabil dan fokus untuk berkendara.
6. Gunakan pelindung tambahan
Memang sepele, tapi terasa besar manfaatnya. Bila kita berkendara dengan motor, minimal gunakan helm dan jaket. Tapi kalau untuk menempuh jarak jauh, bisa menambah dengan pelindung lutut dan sepatu. Bila kita berkendara dengan mobil, usahakan sabuk pengaman selalu dipakai. Karena di Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan peraturan penggunaan sabuk pengaman untuk pengemudi dan penumpang saat berkendara dengan mobil.
7. Gunakan kendaraan yang original atau standar
Tau maksudnya original atau standar di sini? Maksud saya, kendaraan yang persis seperti aslinya. Minimal bentuknya sama. Contoh: Kalau spion aslinya ada dua, kita pasang dua. Kalau di STNK kendaraan berwarna merah, kita cat juga warna merah. Jangan sampai karena kreativitas kita modifikasi kendaraan, kita malah bermasalah dengan polisi karena kreativitas kita yang salah sasaran.
8. Bawa jas hujan atau mantol jika memakai motor
Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika saat berkendara tiba-tiba turun hujan. Karena pada ujungnya, jas hujan bermanfaat jika kita pergi ke tempat atau acara yang penting tanpa harus menunggu hujan berhenti.
9. Lupakan urusan lain
Memikirkan urusan lain dapat menghilangkan fokus dalam berkendara. Alangkah baiknya, jika tiba-tiba muncul urusan lain dipikiran saat berkendara, kita berhenti atau istirahat dulu untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu.
10. Jangan mengemudi sambil bermain Handphone
Sudah menjadi lampu merah untuk pengemudi bermain handphone saat berkendara. Polisi juga sudah membuat spanduk di pinggir jalan mengenai bahaya bermain handphone saat berkendara. Jika ada panggilan atau telpon, silahkan untuk berhenti dulu untuk menjawab panggilan.
11. Jangan ngebut
Ada larangan tertulis yang tidak hanya ada di jalan raya, bahkan di jalan kampung juga ada. "Ngebut, benjut" atau "hati-hati, banyak anak kecil " atau "kecepatan maksimal 20 km/jam" merupakan aturan tertulis larangan ngebut saat berkendara.
12. Patuhi rambu-rambu lalu lintas
Patuhilah segala rambu-rambu yang ada di jalan. Peraturan itu memang memaksa, tapi sebetulnya itu adalah guru terbaik agar kita aman dalam berkendara. Jangan sampai menyesal karena melanggar rambu-rambu lalu lintas yang telah disediakan untuk keamanan diri kita.
13. Jangan pakai headset
Mendengarkan musik dengan headset memang menyenangkan. Tapi kalau salah dalam waktu penggunaannya, kita yang rugi sendiri. Menggunakan headset dapat menutup suara dari luar. Suara malaikat seperti, klakson kendaraan lain atau teriakan dari orang lain tidak akan terdengar.
Baca Juga:
Sekian artikel saya mengenai 13 cara aman saat berkendara. Semoga dapat bermanfaat.
Maka itu saya sengaja membuat artikel ini agar kita selalu waspada dan merasa aman saat berkendara, entah menggunakan motor, mobil, sepeda listrik, truk, dan kendaraan bermotor lainnya. Tapi perlu diingat bahwa walau kita sudah waspada dalam berkendara, kematian atau musibah lain yang akan menimpa di jalan tidak lepas dari takdir atau kuasa Tuhan walau kita walau hati-hati.
Tanpa banyak kata lagi, silahkan dibaca.
1. Harus ahli
Keahlian berkendara sangat dibutuhkan untuk membuat kita aman. Terkadang kita memaksakan diri untuk berkendara dengan keahlian yang belum cukup. Sehingga hal buruk dapat menimpa kita saat berkendara. Dengan kata lain, keahlian berkendara adalah hal yang wajib kita kuasai.
2. Membaca doa sebelum berkendara
Berdoa adalah cara religius yang bisa dikatakan efektif dalam melakukan semua aktivitas. Berdoa dilakukan untuk meminta bantuan, kelancaran, keberhasilan, dan keselamatan dari Tuhan. Maka itu, jangan lupa dan menganggap remeh sebuah doa.
3. Bawa surat-surat berkendara
Surat yang wajib dibawa minimal adalah SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Sehingga ketika ada inspeksi mendadak polisi di jalan, kita bisa lolos atau aman dari hukuman. Tapi, surat-surat berkendara yang dibawa adalah yang masih aktif, bukan yang sudah mati tanggal kadaluwarsa atau pajaknya.
4. Cek kesehatan kendaraan
Jangan hanya lihat kendaraan dari tampilan luarnya saja. Cobalah lihat bagian dalam dan bawah kendaraan, serta jangan lupa untuk mengecek kesehatan kendaraan. Kalau merasa kendaraan kita sakit, silahkan untuk diperiksa di bengkel atau menggunakan keterampilan sendiri dalam memperbaiki kendaraan (jangan sok tau).
5. Jangan berkendara di saat mengantuk, mabuk, lapar, dan sakit
Keempat hal tersebut dapat menghilangkan fokus saat berkendara, yang nantinya dapat membahayakan pengemudi di saat berkendara dan orang lain yang berada di dekatnya. Lebih baik kalian istirahat dulu, sampai kesadaran dan stamina kalian sudah stabil dan fokus untuk berkendara.
6. Gunakan pelindung tambahan
Memang sepele, tapi terasa besar manfaatnya. Bila kita berkendara dengan motor, minimal gunakan helm dan jaket. Tapi kalau untuk menempuh jarak jauh, bisa menambah dengan pelindung lutut dan sepatu. Bila kita berkendara dengan mobil, usahakan sabuk pengaman selalu dipakai. Karena di Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan peraturan penggunaan sabuk pengaman untuk pengemudi dan penumpang saat berkendara dengan mobil.
7. Gunakan kendaraan yang original atau standar
Tau maksudnya original atau standar di sini? Maksud saya, kendaraan yang persis seperti aslinya. Minimal bentuknya sama. Contoh: Kalau spion aslinya ada dua, kita pasang dua. Kalau di STNK kendaraan berwarna merah, kita cat juga warna merah. Jangan sampai karena kreativitas kita modifikasi kendaraan, kita malah bermasalah dengan polisi karena kreativitas kita yang salah sasaran.
8. Bawa jas hujan atau mantol jika memakai motor
Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika saat berkendara tiba-tiba turun hujan. Karena pada ujungnya, jas hujan bermanfaat jika kita pergi ke tempat atau acara yang penting tanpa harus menunggu hujan berhenti.
9. Lupakan urusan lain
Memikirkan urusan lain dapat menghilangkan fokus dalam berkendara. Alangkah baiknya, jika tiba-tiba muncul urusan lain dipikiran saat berkendara, kita berhenti atau istirahat dulu untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu.
10. Jangan mengemudi sambil bermain Handphone
Sudah menjadi lampu merah untuk pengemudi bermain handphone saat berkendara. Polisi juga sudah membuat spanduk di pinggir jalan mengenai bahaya bermain handphone saat berkendara. Jika ada panggilan atau telpon, silahkan untuk berhenti dulu untuk menjawab panggilan.
11. Jangan ngebut
Ada larangan tertulis yang tidak hanya ada di jalan raya, bahkan di jalan kampung juga ada. "Ngebut, benjut" atau "hati-hati, banyak anak kecil " atau "kecepatan maksimal 20 km/jam" merupakan aturan tertulis larangan ngebut saat berkendara.
12. Patuhi rambu-rambu lalu lintas
Patuhilah segala rambu-rambu yang ada di jalan. Peraturan itu memang memaksa, tapi sebetulnya itu adalah guru terbaik agar kita aman dalam berkendara. Jangan sampai menyesal karena melanggar rambu-rambu lalu lintas yang telah disediakan untuk keamanan diri kita.
13. Jangan pakai headset
Mendengarkan musik dengan headset memang menyenangkan. Tapi kalau salah dalam waktu penggunaannya, kita yang rugi sendiri. Menggunakan headset dapat menutup suara dari luar. Suara malaikat seperti, klakson kendaraan lain atau teriakan dari orang lain tidak akan terdengar.
Baca Juga:
Sekian artikel saya mengenai 13 cara aman saat berkendara. Semoga dapat bermanfaat.
