Percakapan: Bersyukur Kepada Tuhan
Maman: Busyet gara-gara Ponari nyemplungin batu ke air yang saya bawa, setelah saya meminumnya saya jadi sembuh dari penyakit kista saya. Kamu harus cobain Jo.
Paijo: Apa bener gitu? Awak nggak percaya.
Maman: Beneran Jo. Masyarakat kampung saya sudah saya suruh kesana. Dan hasilnya banyak warga dikampung saya yang sakit bisa sembuh penyakitnya gara-gara minum air bekas celupan batu sakti Ponari.
Paijo: Ogah awak pakai gitu-gituan. Syirik kali. Bisa-bisa malah sakit perut awak.
Maman: Payah kamu, jaman sekarang itu yang kayak begitu yang paling mujarab. Tuhan aja belum tentu memberikan saya kesembuhan seperti ini. Saya itu sering berdoa lho Jo. Tapi nyatanya nggak sembuh-sembuh. Tapi setelah saya ke tempat Ponari. Sehat sekarang saya.
Paijo: Ssstttt.... Kau jangan asal bicara. Kita itu harus selalu bersyukur kepada Tuhan. Tuhan bukannya diam. Tuhan selalu memberikan apa-apa yang hamba-Nya minta.
Maman: Halah, itu cuma omong kosong Jo. Saya sudah nggak percaya sama Tuhan. Kalau diberikan kenapa setelah saya ke Ponari? Kenapa tidak dari dulu-dulu waktu saya berdoa?
Paijo: Nah, jadi begini saja biar mudah, Man. Kau berdoa itu sejak kapan?
Maman: Sejak sebulan yang lalu.
Paijo: Hebat kali kau. Baru berdoa bentar aja doa kau sudah dikabulkan.
Maman: Hebat apanya?
Paijo: Iya, doa kau cepat sampai.
Maman: Kamu itu bikin saya pusing. Saya tidak paham, Jo. Coba langsung to the point aja, jangan banyak intro. (bingung, garuk-garuk kepala)
Paijo: Jadi begini, Batu itu yang menciptakan siapa?
Maman: Tuhan
Paijo: Sadap. Terus yang memakai batu itu siapa?
Maman: Ponari
Paijo: Ponari itu siapa?
Maman: Bocah yang punya batu sakti.
Paijo: Noooo.... itu bukan maksud awak. Maksud awak, Ponari itu manusia kan?
Maman: Iya, Ponari manusia.
Paijo: Yang menciptakan manusia siapa?
Maman: Tuhan
Paijo: Jadi, batu sama Ponari itu yang menciptakan siapa?
Maman: Tuhan
Paijo: Jadi kesimpulannya?
Maman: Sebentar, saya sudah paham Jo maksudmu. Habis ini saya bakal berdoa terus sama Tuhan. (tersenyum, tersadar)
Paijo: Nah, begitu dong. Dan ingat, jangan lupa bersyukur.
Maman: Iya Jo, saya akan selalu bersyukur.
Paijo dan Maman: (tertawa gembira)
Jadi kesimpulannya, tanpa disadari Tuhan selalu memberikan apa-apa yang kita minta secara tidak kita pahami dan tidak tau kapan waktunya Tuhan memberikan. Mungkin Tuhan menyalurkan rezekinya melalui alam, manusia, maupun musibah, dan kita tidak tahu kapan waktunya. Semoga kita adalah manusia yang mampu bersyukur dan selalu berdoa kepada Tuhan. Dan menyadari segala bentuk rezeki yang Tuhan berikan kepada kita. Amin.
